Sabtu, 14 September 2013

Long Distance Real-Action-Ship

Tulisan perdana Catatan Si Gagaw. Gue ingin membahas tentang LDR dalam sudut pandang pribadi. Lemme me tell you... 

Orang menyebut LDR (Long Distance Relationship) itu sebagai "jomblo yang terikat", tentunya terikat oleh status in relationship itu sendiri. Memang mengikat satu hati dengan hati lainnya, tapi berbeda dengan jomblo yang statusnya free agent, seenggaknya LDR mengubah status free agent menjadi PUNYA PACAR! Problem

Buat gue pribadi, LDR itu adalah singkatan dari Long Distance Real-Action-ship. Ada dua poin penting dalam LDR, yaitu:

REAL
Well, pada kenyataannya LDR itu terpisahkan oleh jarak. Terima aja kenyataan kalau jarak membuat orang-orang yang LDR jarang ketemu. But, jangan jadikan jarak itu sebagai alasan untuk menjadi lemah. Misalnya, gak kuat pacaran lagi gara-gara gak pernah ketemu. LEMAH!

ACTION
Poin kedua ini adalah action (tindakan), seperti sesuatu yang harus kita lakukan. Misalnya, gue kangen sama pacar gue, tindakan yang harus gue lakukan adalah call her by phone. Jangan menunggu si doi ngehubungi duluan. Kalau ternyata saling nunggu, kapan berakhirnya? Menunggu itu membosankan, lho! Kalau ada waktu buat ketemuan, why not? Jangan sampai melewatkan kesempatan aja.

Memang LDR-an itu berat. Apalagi kalau lagi ada masalah, dan masalah itu mengharuskan orang-orang yang LDR untuk menyelesaikannya dengan tatap muka. Saat-saat itu adalah krusial buat mereka yang LDR-an. Mereka bisa jadi punya dua opsi ketika berhadapan dengan masalah kaya gitu, lanjut atau udahan. Ngeri, kan!? 

Buat gue, orang yang LDR-an itu adalah militan cinta. Orang-orang yang kuat mempertahankan cinta meski jarak memisahkan raga, tapi hati saling memeluk satu sama lain. Orang-orang pemberani yang melawan resiko kecolongan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar